Rabu, 21 Desember 2011

Hadiah yang Paling Diinginkan Ibu di Hari Ibu

Tidak cukup banyak orang yang memberikan ibu mereka keistimewaan di Hari Ibu. Jika Anda termasuk, kenapa tidak mencobanya besok dengan memberinya apa yang paling dia inginkan.

Situs Baby Center menggelar survei kecil dan bertanya pada para ibu soal apa sebenarnya hal yang paling mereka inginkan di Hari Ibu. Berbagai jawaban pun diberikan oleh sekitar 73 ibu.

Dari berbagai jawaban tersebut, bisa disimpulkan sebenarnya ada tiga 'hadiah' yang paling diinginkan para ibu di Hari Ibu. Apa saja?

1. Dimanjakan
Setiap harinya, para wanita yang menjadi ibu berkutat dengan rutinitas membersihkan rumah, memasak, mengurus anak, mencuci baju, menyetrika dan lain sebagainya. Sehingga tidak heran mereka ingin sekali, bisa mendapatkan libur satu hari.

Begitupun ibu Anda atau Anda yang kini sudah menjadi ibu. Anda layak untuk bisa menikmati satu hari tanpa melakukan semua urusan rumah tangga dan anak. Jadi para suami, cobalah wujudkan keinginan istri tersebut. Kalau memang Anda tidak bisa memasak, tidak ada salahnya di hari spesial ini, Anda memesan makanan ke orang lain. Lakukan pekerjaan rumah yang menurut istri paling berat. Biarkan istri menikmati waktunya bermain bersama anak atau pergi ke salon atau spa.

2. Hadiah Istimewa
Kalau memang tak bisa memanjakan istri atau ibu, para suami dan anak-anak bisa memberikan wanita yang paling mereka cintai itu hadiah istimewa. Hadiah istimewa ini sebaiknya memang yang paling diinginkan ibu.

Perhiasan, voucher belanja, voucher spa, kosmetik, peralatan memasak, baju atau apa saja yang memang ibu atau istri sudah lama inginkan. Apapun hadiah yang nantinya diberikan, kalaupun ternyata hanya sebuah surat yang berisi ucapan terimakasih Anda dan anak-anak, ibu dan istri akan tetap menganggapnya istimewa. Mereka merasa senang karena suami dan anak-anak ingat soal Hari Ibu ini.

3. Kumpul Bersama Keluarga
Meskipun ibu ingin punya satu hari libur dari segala rutinitas hariannya, tetap saja mereka ingin selalu dekat dengan keluarganya. Dalam survei BabyCenter tersebut, cukup banyak ibu yang mengaku ingin bisa berkumpul bersama keluarganya di Hari Ibu.

Kumpul bersama ini bisa dengan piknik bersama ke tempat rekreasi, makan siang bersama, atau mungkin membuat foto keluarga. Kalau bisa seluruh kegiatan tersebut dilakukan tanpa si ibu harus repot melakukan segala sesuatunya.

SELAMAT HARI IBU . I ALWAYS LOVE YOU MOM :)

Sumber : wolipop.com

Peredaran Ekstasi Tahun 2011 Meningkat 100%

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri merilis hasil pengungkapan narkotika sepanjang tahun 2010. Dari rekapitulasi terlihat penggunaan ekstasi meningkat tajam di atas 100 persen dari tahun sebelumnya.

Data tahun 2010 jumlah barang bukti ekstasi yang terungkap sebanyak 371.197,5 butir. Sementara tahun 2011 meningkat menjadi 780.885,25 butir.

Bila dipresentasikan jumlah pengungkapan dibandingkan tahun 2010 meningkat 110,37 persen. Menyusul pengungkapan kasus sabu meningkat 53,30 persen dari 283.025,76 gram di tahun 2010 menjadi 433.868,15 gram di tahun 2011.

"Peningkatan karena produksi dari tahun ke tahun meningkat. Pasar paling potensial adalah di Asia, khususnya Asia Tenggara, lebih khusus lagi Indonesia," kata Direktur Tipid Narkoba Mabes Polri, Brigjen Pol Arman Depari, di Gedung Tipid Narkotika Mabes Polri, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (21/12).

Secara angka, jumlah kasus yang terungkap juga meningkat. Tahun 2010 tercatat 15.948 kasus, sedangkan tahun 2011 naik 9 persen menjadi 17.383 kasus narkotika.
Di golongan pengungkapan psikotropika kenaikan terjadi setengahnya dari angka kasus tahun 2010, yaitu 949 kasus menjadi 1.478 kasus.

Angka tersebut berbanding lurus dengan jumlah tersangka yang diamankan kepolisian. Tahun 2010 sebanyak 21.430 tersangka ditindak untuk kasus narkotika dan tahun 2011 sebanyak 22.936 tersangka.

Sementara itu, untuk jumlah tersangka psikotropika meningkat 48.51 persen di tahun 2011. Tahun sebelumnya sebanyak 1.239 tersangka dicokok dan tahun 2011 sebanyak 1.840 tersangka dijebloskan ke penjara.

Menurut Arman, potensi besar pasar narkotika dan psikotropika di Indonesia ini menginggat Indonesia memiliki populasi besar kependudukan.

"Ada 40 persen potensi pasar dari jumlah penduduk yang ada sekarang," ujarnya.

Para bandar memasok barang haram ke Indonesia melalui laut, darat, dan udara. Arman mengakui selama ini pihaknya lemah dalam pengawasan di wilayah perbatasan.

"Pengawaan di perbatasan saat ini belum cukup baik. Baik itu di perbatasan laut, udara, darat, agak lemah," keluhnya.

Sumber : Detik.com

Jangan Terlena Investment Grade, Penduduk Miskin RI Masih Jutaan

Jakarta - Naiknya rating Indonesia ke investment grade perlu mendapat acungan jempol dan dihargai karena merupakan prestasi yang bersejarah. Hal tersebut menjadi pengakuan terhadap manajemen dan stabilitas makro Indonesia di kancah dunia.

Namun apalah arti investment grade bagi penduduk miskin seperti pemulung, gembel, dan anak jalanan? Apa mereka mengerti hal tersebut?

Pemerintah dinilai tidak boleh terlena akibat pertumbuhan ekonomi yang melejit, kenaikan rating ke investment grade dan rendahnya defisit APBN.

"Kita jangan terlena karenanya. Karena di depan mata kita jumlah penduduk miskin masih puluhan juta," ungkap Ekonom Dradjad Wibowo ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (22/12/2011).

"Jika dianalisis secara obyektif ilmiah, penurunan tingkat kemiskinan kita sebenarnya masih artifisial dan masih adhoc , belum bersifat struktural yang inherent di dalam perekonomian masyarakat," imbuhnya.

Kenapa artifisial? Dradjad menjelaskan pertama, garis kemiskinan yang dipakai Badan Pusat Statistik (BPS) itu berdasarkan kebutuhan fisik yang sangat minimal.

Artinya, di bawah garis kemiskinan tersebut merupakan penghasilan yang tidak layak bagi kemanusiaan.

"Bener-bener super kere kalau bahasa gaulnya. Garis kemiskinan dari BPS kalau dikurs ke dolar AS, dari tahun ke tahun cenderung di bawah US$ 1 per kapita per hari. Bervariasi di atas US$ 90 sen, tergantung lokasi, waktu, inflasi dan kurs," jelasnya.
Padahal US$ 1 itu sebenarnya garis kemiskinan absolut yang dipakai sebagai standar internasional. Standar garis kemiskinan yang lebih umum adalah US$ 2 per kapita per hari.

"Dengan garis kemiskinan yang super-super kere itu saja, kata BPS ada sekitar 31 juta penduduk miskin. Apalagi dipakai garis kemiskinan yang normal. Jadi metode BPS membuat statistik penduduk miskin jauh di bawah realitas kalau memakai standar internasional dari Bank Dunia," tutur Dradjad.

Oleh karena ditu, Dradjad mengatakan, negara perlu menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat. Karena kemiskinan cenderung menghasilkan generasi baru kemiskinan jika tidak diputus siklusnya.

"Ini tantangan setelah kita mendapatkan investment grade. Membuat investment grade itu dirasakan rakyat banyak, itulah tantangan sekarang ini. Sentra-sentra produksi rakyat perlu diperbanyak dan diberi fasilitas. Intinya, berikan rakyat kailnya, jangan ikannya," tegas politisi PAN ini.

Dihubungi secara terpisah, Anggota Komisi XI Arif Budimanta menyampaikan investment grade tidak akan punya arti, apabila hanya menjadi tumpukan utang negara yang menjadi beban bagi generasi masa depan.
"Invesment grade akan punya arti apabila ada proses transformasi kesejahteraan dan keadilan sosial ekonomi bagi rakyat," katanya.

Menurut Arif, jangan sampai raihan investment grade yang saat ini telah tercapai justru dengan cara menjauhkan akses rakyat miskin untuk mencapai kesejahteraan.

"Jangan berpikir makro saja. Realisasi pengurangan penduduk miskin itu perlu. Jangan nantinya investment grade hanya menjadi tumpukan utang negara yang menjadi beban bagi generasi masa depan," tutup Politisi PDIP ini.

SUMBER : detik.com

Contoh paragraf Generalisasi, Analogi, dan Sebab-akibat (kausalitas)

Buatlah contoh paragraf yang berkaitan dengan
bidang anda sekarang !

 1.  Paragraf Generalisasi

Secara umum para peneliti, praktisi dan akademisi telah sepakat bahwa akuntansi tersebut cukup kuat bukti dan didukung oleh berbagai hasil penelitian dan kajian yang dapat
digunakan sebagai dasar ilmu yang ilmiah. Selain itu akuntansi tersebut sebenarnya
berkaitan erat dengan apa yang dilakukan oleh para akuntan, dunia usaha maupun
dunia pendidikan, karena pada pengertian mula-mula dinyatakan bahwa akuntansi
adalah seni (art) mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas atas peristiwa atau
kejadian yang dilakukan sedemikian rupa dalam bentuk uang, atau paling tidak sifat
keuangan dan menginterpretasikan hasilnya dalam laporan keuangan.

2. Paragraf Analogi

Akuntan BPK menerapkan prinsip pertama dalam etika profesi akuntansi, yaitu tanggung jawab profesi. Akuntan BPK berani bertanggung jawab dengan keputusannya, selain itu akuntan BPK juga menerapkan prinsip kedua yaitu objektivitas, dimana dia dapat bersikap adil dengan tidak memihak kepada siapapun dengan mengungkapkan penyelewengan yang terjadi terhadap bantuan sosial  ke publik. Akuntan BPK juga menerapkan prinsip ke delapan, yaitu standar teknis, karena setiap akuntan harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. 

3. Paragraf Sebab-Akibat (kausalitas)

Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki ada saja rintangan, seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya ? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya, Apakah dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung, yaitu banyak rintangan untuk mencapai puncaknya.


Kamis, 20 Oktober 2011

5 Tanda Pria Yang Suka Selingkuh

Wajib Dibaca untuk para wanita yang sudah punya pacar. Waspadalah !!

Bagaimana Anda tahu, si dia yang Anda sangat cintai, merupakan tipe pria setia atau bukan? Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa Anda cari tahu jawabannya untuk menentukan apakah dia memang suka selingkuh atau tidak.

Perpisahan aktor Arnold Schwarzenegger dengan istrinya Maria Shriver membuat banyak pihak terkejut. Arnold yang selama ini terlihat setia pada Maria ternyata suka selingkuh.

Anda tentu tidak ingin bernasib sama seperti Maria dan wanita-wanita korban lainnya yang menjadi korban perselingkuhan. Namun faktanya, menurut The Journal of Couple and Relationship Therapy, 60% pria selingkuh dari pasangannya.

Lantas, bagaimana Anda tahu, si dia yang Anda sangat cintai, merupakan tipe pria setia atau bukan? Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa Anda cari tahu jawabannya untuk menentukan apakah dia memang suka selingkuh atau tidak:

1. Apakah si dia punya banyak mantan pacar yang marah padanya?
Dilansir askmen, selingkuh bisa jadi karena masalah keturunan. Para peneliti di Swedia belum lama ini menemukan, gen ketidaksetiaan ini pada 4 dari 10 pria. Gen inilah yang sepertinya menyebabkan banyak pria tidak bisa setia pada pasangannya.

2. Sebarapa sering si dia merasa bersalah
Cari tahu apakah si dia termasuk tipe pria yang suka melanggar aturan, meskipun karena pelanggaran itu bisa merugikan orang lain. Menurut penelitian di Spanyol, rasa empati pria lebih rendah dari wanita. Bisa jadi inilah yang mempengaruhi kemampuan pria untuk merasa empati pada pasangannya sehingga dia akan lebih mudah berselingkuh.

3. Berapa usia si dia
Masih menurut penelitian di Spanyol, rasa empati pria lebih rendah dari wanita itu biasanya muncul pada pria-pria dengan usia 40-50 tahun. Usia itu dianggap masa-masa rentan untuk berselingkuh.

4. Apakah si dia takut memiliki kedekatan emosional?
Dibandingkan wanita, pria lebih merasa takut merasakan kedekatan emosional. Percaya atau tidak, pria berselingkuh karena ingin menghindari kedekatan emosional itu. Kedekatan emosional dan kerapuhan yang dirasakan saat dekat dengan seorang wanita, membuat pria takut. Pria yang takut ini pun sengaja membuat jarak dengan berselingkuh. di waktu yang sama, mereka pun tidak mau terlibat secara emosional dengan selingkuhannya.

5. Apakah si dia termasuk pria cerdas?
Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Satoshi Kanazawa dari London School of Economics menghubungkan kesetiaan dengan kecerdasan. Menurut penelitian itu, semakin cerdas pria, semakin setia juga dia.

Bagaimana jika kriteria di atas ada yang terpenuhi oleh si dia, Anda tidak perlu khawatir dia. Bangunlah hubungan Anda dengan pasangan agar menciptakan kedekatan emosional. Pria yang sudah merasa dekat secara emosional dengan pasangannya, bisa tidak tertarik untuk berselingkuh.

Jakarta Makin Tak Aman !!

Jakarta makin tak aman. Begitulah yang ada dalam benak warga Ibu Kota menyaksikan maraknya kasus kriminalitas. Bahkan pelaku kejahatan tak segan-segan melukai bahkan hingga membunuh korbannya dengan sadis.

Kejahatan di ibu kota, tak hanya maling yang bekeliaran mengincar rumah kosong, perampok yang menggasak ATM atau toko emas, hingga menganianya tukang ojek dan membawa kabur sepeda motor milik korban. Penumpang angkot pun kian cemas dengan aksi bejat supir tembak yang doyan memerkosa.

"Saya jadi takut naik angkot 08 trayek Lebak Bulus-Bintaro," aku Dina, karyawan swasta di bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kepada Sindonews, Senin (17/10/2011). "Sekarang naik angkot liat-liat dulu deh, aman enggak. Kalau banyak yang turun di titik-titik tertentu dan penumpangnya dikit, saya turun aja soalnya takut sih," imbuh perempuan berjilbab ini.

Kekhawatiran masyarakat saat menumpang angkutan umum ini bukan tanpa sebab. Pemberitaan seorang mahasiswi yang diperkosa dan dibunuh lalu mayatnya dibuang ke selokan beberapa waktu yang lalu, membuat masyarakat trauma. Angkot di Jakarta sudah tidak aman lagi.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Polda Metro Jaya Data pada 2008, terjadi 70 kasus pembunuhan, tahun 2009 ada 75 kasus pembunuhan, pada 2010 meningkat menjadi 86 kasus. Sedangkan pada 2011 hingga September sudah ada sekira 50 kasus pembunuhan.

Terakhir, kasus pembunuhan terjadi di Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Di Jakarta Utara, warga menemukan sesosok mayat perempuan di dalam kardus televisi yang dibuang di pinggir Jalan Kramat Jaya Gang B, RT 07 RW 17, Kelurahan Tugu Utara, Koja, pada Jumat lalu sekitar pukul 14.30 WIB.

Hari berikutnya, Sabtu 15 Oktober malam, jasad bocah perempuan berusia sekira 10 tahun ditemukan di dalam tas koper hitam yang menggegerkan warga Jalan Raya Cacing, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Jafar mengatakan, tingkat kejahatan di Ibu Kota menurun, namun demikian dari kualitasnya meningkat. "Memang ada penurunan tetapi belum tentu. Secara kuantitatif turun, kalau kualitatif secara kenekatan lebih keras dan brutal untuk membunuh korban," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2011).

Untuk mengungkap dua kasus tersebut Polres Jakarta Utara dan Jakarta Timur telah membentuk tim khusus di bantu Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi berupaya menemukan pelaku dengan turun langsung ke titik-titik yang sering ditemukan anak jalanan.

"Semua sumber info tentu masukan bagi kepolisian untuk membuat terang kasus ini, jemput bola itu tentu membantu penyelidikan sendiri," cetus Baharuddin.

Mengapa aksi pembunuhan marak di masyarakat? Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Iqrak Sulhin menyebutkan beberapa faktor penyebabnya. Secara umum, dia melihat maraknya kasus pembunuhan terkait dengan pengawasan senjata api dan senjata tajam, tak hanya persoalan tekanan ekonomi.

"Selain pengawasan terhadap senjata api, juga karena sistem hukum Indonesi sangat lemah. Masyarakat menilai, menyelesaikan hukum secara formal itu mahal, berbelit-belit, dan aspek keadilan sulit didapat. Oleh karenanya, masyarakat terpaksa mengambil tindakan apa yang disebut, street justice," papar Ikraq seperti ditulis okezone.

Iqrak juga melihat adanya pola pembunuhan yang dilakukan pelaku mengambil tempat umum untuk mengeksekusi korbannya. "Pelaku kriminal memilih tempat ramai lantaran mereka mudah melarikan diri secara efektif. Apakah itu tempat elit atau tidak, tempat keramaian akan memudahkan pelaku menghilang dalam keramaian. Untuk di tempat keramaian, kalau menggunakan senjata api akan menarik perhatian banyak orang," paparnya.

Comment :
Banyak kejahatan yang terjadi bukan karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan (kata Bang Napi. hehe). Akhir-akhir ini banyak kejahatan yang terjadi disekitar kita, jadi kita harus waspada dimanapun berada. Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Para pelaku banyak mengincar korban wanita, karena wanita dianggapnya lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa, jadi mereka dengan mudah melakukan kejahatan kepada wanita. Maka dari itu, apabila kita berada ditempat umum tetap jaga sikap dan waspada !!

Dunia dibawah ancaman kelaparan

Masalah krisis pangan memang makin menghantui penduduk dunia. Pasalnya, dengan semakin membludaknya jumlah penduduk dunia namun jumlah lahan pertanian semakin sempit belum lagi masalah cuaca yang saat ini tak menentu membuat pasokan pangan dunia makin surut.

"Hal besar itu adalah pangan. Hari ini di Gorontalo kita memperingati Hari Pangan Sedunia ke-13 untuk mengingatkan kita semua bahwa ketersediaan pangan bagi penduduk bumi adalah masalah besar yang belum terpecahkan," ujar Wapres Boediono saat sambutan di Hari Pangan Nasional, di Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (20/10/2011).

Menurut catatan PBB, pada Oktober ini akan lahir penduduk bumi yang ketujuh miliar. Jumlah manusia penghuni bumi akan terus meningkat dan pada 2050 diperkirakan akan mencapai 9,5 miliar orang atau meningkat lebih dari 35 persen.

Justru dari itu, kata dia persoalan mendasar saat ini bagaimana memberi persediaan yang cukup demi kelangsungan hidup umat manusia.

"Masalah mendasar adalah bagaimana memberi makan yang cukup bagi penghuni planet bumi yang terus meningkat pesat itu. Sedangkan kita tahu, sekarang inipun masih banyak penduduk dunia yang mengalami kelaparan dan sangat banyak yang hidup dalam zona rawan pangan," jelasnya.

Oleh sebab itu, Indonesia dengan penduduk terbesar keempat di dunia wajib memikirkan dengan sungguh-sungguh masalah pangan ini. Pada situasi sekarang, keadaan pangan secara umum di Indonesia masih bisa mengimbangi pertambahan penduduknya, meskipun pas-pasan. Oleh karena ini kondisi pangan kita masih mengandung kerawanan.

"Situasi pangan kita belum sepenuhnya aman, apalagi kalau kita melihat ke depan. Di waktu mendatang penduduk kita masih terus bertambah," paparnya.

Jika tidak ada penanganan yang serius maka keterancaman pangan untuk Indonesia bakal terjadi. "Tanpa langkah-langkah yang sungguh-sungguh, sistematis dan kita laksanakan sekarang, kerawanan pangan hampir pasti akan terus menghantui kita, bangsa Indonesia," imbuhnya.

Boediono menjelaskan bahwa tantangan yang kita hadapi di bidang pangan besar. Namun saya bisa menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang disayang Tuhan.

"Tuhan memberikan kepada kita sumber alam yang beragam dan jumlahnya melimpah, termasuk sumber daya air, perikanan dan kelautan, dan lahan pertanian yang subur atau dengan sedikit usaha tidak sulit untuk disuburkan," katanya.

Namun, guru besar UGM itu masih optimistis bahwa keterancaman akan kerawanan pangan bagi Indonesia akan bisa teratasi. "Pendek kata, Tuhan memberikan modal yang cukup kepada bangsa kita untuk memberi makan manusia-manusia Indonesia sekarang maupun di masa depan," tandasnya.

Di samping itu, kata Boediono, ketersediaan pangan bisa teratasi dengan pemanfaatan teknologi. Sehingga dengan bantuan teknologi itu Indonesia bisa menghasilkan pangan yang melebihi yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

"Bahkan dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan pengelolaan yang baik, Indonesia akan dapat menghasilkan pangan lebih dari yang dibutuhkan oleh penduduk kita sendiri. Indonesia akan mampu memberikan sumbangan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dunia!" tegas dia.

Yang terpenting bagi saat ini adalah bagaimana masyarakat Indonesia mengelolanya dengan baik dan seproduktif mungkin. "Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola sumber daya kita sebaik dan seproduktif mungkin," terangnya.

Dia menambahkan, pemerintah menempatkan upaya untuk meningkatkan ketersediaan dan keamanan pangan pada prioritas yang sangat tinggi. Hal itu kita lakukan demi kepentingan nasional, dan sekaligus juga demi kepentingan dunia. Indonesia harus aman di bidang pangan, sekarang dan seterusnya di waktu mendatang.

"Risikonya terlalu besar apabila kita puas dengan keadaan pangan yang pas-pasan, karena itu berarti kita akan selalu dihantui oleh kerawanan pangan, kerawanan ekonomi dan sosial," pungkasnya.

Comment :
Sampai jaman modern dan maju begini masih ada aja warga yang kelaparan. Dimana hati nurani orang-orang yang serba berkecukupan? Diluar sana masih banyak yang butuh makan dan tempat tinggal yang layak, tapi orang-orang yang sudah kaya masih saja berebut untuk mendapat kekuasaan dan kekayaan. Padahal apa yang mereka dapat sekarang ini sudah lebih dari cukup. Apa salahnya sesama makhluk Tuhan kita saling berbagi. Coba berpikir bagaimana jika kita yang seperti mereka??